Jumat, 30 Oktober 2015

Berusia Seabad Lebih Mary Jane Tetap Modis

Sepatu Wanita Model Mary Jane

Model sepatu wanita Mary Jane bisa diaplikasikan untuk jenis flat, hak rendah sampai high heels. Bagi para wanita penggemar sepatu atau mereka yang sedikitnya  menaruh perhatian terhadap perkembangan dunia fashion, Mary Jane menjadi nama yang sudah cukup akrab.  Di luar dunia fashion, orang mengenal Mary Jane sebagai kekasih Spiderman yang diperankan oleh Kirsten Dunst.

Nama Mary Jane tidak hanya populer di kalangan pecinta sepatu dan penggemar film, juga cukup dikenal oleh kalangan penegak hukum meskipun  Mary Jane bukan seorang kriminal. Pasalnya, para penyalahguna narkoba di AS mengistilahkan Ganja (Cannabis Sativa) dengan banyak sebutan, salah satunya adalah Marijuana, belakangan mereka bosan dengan istilah itu dan menggantinya dengan Mary Jane.

Mengapa sejak kehadirannya pada awal tahun 1900-an  Mary Jane bisa tetap bertahan di segala tren mode sampai sekarang ?Pada prinsipnya sepatu memiliki fungsi utama sebagai pelindung untuk bagian kaki, fungsi kedua bisa bersifat relatif. Untuk pengguna sepatu yang mengutamakan aspek kenyamanan akan cenderung menomorduakan aspek penampilan, sedangkan mereka yang mengutamakan aspek fashion atau penampilan lebih cenderung menomorduakan aspek kenyamanan.

Awalnya model Mary Jane memiliki bentuk sebagai sepatu flat yang ditambahkan dengan semacam tali atau selempang kecil di bagian tengah, gunanya untuk “mengikat” sepatu pada bagian punggung kaki agar sepatu tidak mudah terlepas ketika digunakan secara ekstrim, seperti melompat, berlari bahkan memanjat pagar. Disain tersebut memberikan tambahan keamanan bagi pengguna tanpa mengurangi aspek kenyamanan.

Disain Mary Jane memang disediakan untuk sepatu anak-anak mengingat mereka lebih bersikap aktif dibandingkan dengan orang dewasa, dengan  “pengikat” bersifat fleksibel tersebut anak-anak bisa bebas berlari-lari tanpa khawatir sepatu mereka terlepas.Pada saat pertama kehadirannya, model Mary Jane tidak hanya tersedia untuk anak-anak perempuan, juga populer digunakan oleh anak laki-laki. Tentu saja dengan model yang sedikit dimodifikasi untuk memberikan perbedaan.

Mengutip Tips Sepatu Wanita. com, sejarah Mary Jane dimulai sekitar tahun 1902 dan bukan dari studio fashion, melainkan didisain dalam studio komik untuk dihadirkan sebagai salah satu tokoh dalam komik serial Buster Brown, diciptakan oleh Richard Outcault. Komik strip tersebut mulai diterbitkan pada tanggal 4 Mei 1902 secara bersambung pada harian New York Herald. Tokoh-tokoh dalam komik itu adalah Buster Brown serta adiknya, Mary Jane dan seekor anjing Terrier yang dinamai Tige.

Kedua tokoh utama itu, Buster Brown dan Mary Jane ditampilkan dengan menggunakan sepatu bergaya Victorian dengan bentuk datar dan bertali tunggal agar tidak mudah lepas. Dari sisi teknis, bentuk sepatu seperti ini memang lebih mudah digambar, apalagi komik strip tersebut didominasi oleh gambar dari kedua tokoh. Sehingga bisa jadi sepatu bertali tunggal yang dikenakan Buster Brown dan Mary Jane lebih didasarkan pada pertimbangan kemudahan menggambar bagi pelukisnya.

Buster Brown yang diterbitkan secara bersambung ternyata mendapat respon dari kalangan remaja, mereka meniru penampilan kedua tokoh tersebut sampai pada model sepatu yang dipakai Mary Jane. Maka sejak itu, sepatu yang didisain di studio komik justru menjadi tren di kalangan remaja. Dalam perkembangannya, Mary Jane beradaptasi dengan bahan yang berbeda dan dengan tren di dunia fashion. 

Sepatu dengan model Mary Jane sebetulnya telah lama hadir di Eropah, terutama digunakan oleh keluarga kerajaan dan para bangsawan. Karena belum diproduksi secara massal, sepatu jenis ini tidak dikenal oleh setiap orang. Richard Outcault mengadopsinya untuk Buster Brown dan Mary Jane yang kebetulan usia kedua tokoh utama tersebut terbilang anak-anak menjelang dewasa. Pada saat booming, model sepatu ini dianggap sebagai sepatu untuk anak-anak.

Dalam versi asli, model Mary Jane biasanya terbuat dari kulit hitam dan memiliki satu selempang tipis sebagai “pengikatnya” dengan cara dikaitkan pada sebuah gesper. Dimasa itu, gesper adalah perangkat baru yang digunakan untuk sepatu, hal ini mendongkrak tren Mary Jane. Bagian depan atau toe box didisain lebar dan bulat untuk memberikan kenyamanan kaki secara optimal, sedangkan solnya dibuat datar atau flat, tetapi disain yang menambahkan hak rendah juga banyak digemari.

Model Mary Jane biasa dipakai oleh para gadis remaja dengan kaus kaki atau stoking, kemudian dipadu dengan rok atau blus. Seperti pada awalnya ditiru dari komik dimana tokoh utamanya Buster Brown juga mengenakan sepatu model Mary Jane. Saat pertama kali ngetren, model Mary Jane juga dikenakan oleh remaja laki-laki, umumnya mereka suka model yang menggunakan hak.

Baru pada tahun 1930-an model Mary Jane kurang diminati oleh laki-laki, mereka cenderung menggunakan sepatu bertali atau pantofel. Di kalangan wanita model Mary Jane tetap menjadi model sepatu fashion favorit, tetapi tidak dalam bentuk awalnya yang saat itu sudah mulai dianggap ketinggalan jaman. Model Mary Jane yang identik dengan penambahan selempang kecil atau hanya seutas tali pada sepasang sepatu tidak banyak mempengaruhi aspek estetikanya.

Kreativitas para disainer yang cenderung ekstrim untuk menghasilkan model agar bisa secara optimal menampakkan seluruh kaki penggunanya, kadang-kadang membuat model sepatu tersebut harus dikenakan dengan ekstra hati-hati. Karena minimnya bagian-bagian sepatu yang bisa “dikaitkan” dengan bagian kaki, membuat pengguna khawatir sepatunya bisa terlepas saat digunakan melangkah. Solusinya adalah Mary Jane.

Ketika sepasang sepatu membutuhkan jaminan agar tidak mudah lepas pada saat dipakai, maka diperlukan tali atau semacam selempang yang bisa digunakan untuk “mengikat” sepatu dengan kaki pengguna. Sekaligus penambahan bagian tersebut tidak boleh mempengaruhi disain sepatu secara keseluruhan, situasi itu dapat diatasi dengan tambahan seutas tali kecil khas model Mary Jane.

Sentuhan Mary Jane yang semula bertujuan menambah keamanan pengguna tetapi bisa diaplikasikan untuk jenis flat dan high heels dengan berbagai model, dengan syarat tetap memperhitungkan sisi disain, tambahan “tali pengaman” ala Mary Jane itu justru menambah nilai estetika pada beberapa model. Model Mary Jane yang terhitung multi fungsi ini membuatnya bisa bertahan dalam berbagai tren fashion.

Meskipun demikian, tak semua penggemar sepatu setuju jika sepatu high heels platform yang dimilikinya disebut sebagai Mary Jane, hanya karena terdapat seutas kulit tipis yang disilangkan pada punggung kaki agar tidak mudah terlepas. Karena kebanyakan konsumen cederung mengasumsikan Mary Jane dengan bentuk dan model konvensional seperti saat pertama kali sepatu ini hadir.

Hampir semua jenis high heels, baik dari model cone atau stiletto yang memiliki tumit paling tinggi. Kemudian disusul wedget, puppy sampai kitten yang bertumit paling rendah memiliki model dengan tambahan tali atau selempang untuk fungsi mengikat kaki dengan sepatu agar bisa menambah keamanan dan kenyamanan pengguna. Maka dengan sendirinya model tersebut bisa diklaim sebagai model Mary Jane.

Baca juga :
Sepatu Wanita Adalah Bagian Dari Fashion

Tidak ada komentar:

Posting Komentar